Sabtu, 06 Oktober 2012

Sinopsis Film Billionare By Me :))



Minggu kemarin dapet tugas kuliah dari dosen kewirausahaan buat nonton film terus cari nilai yang ada didalamnya. Ada dua film sih yang 1 judulnya The Billionare yang 1 lagi judulnya Door to door. Jujur film yang Billionare aku udh punya kasetnya dirumah. Hasil nyewa yang ga pernah aku tonton. Huh coba aku tonton duluan jadi bisa langsung nulis tugasnya. Aku memang pecinta film. Pas dikasih tugas matkul itu ngerasa seneng juga. Coba semua matkul kaya gitu. Hehe
Jujur aja aku belum nonton film yang satunya (sampai detik ini tanggal 06 Oktober 2012 17:49). Belum sempet makannya sekarang yang baru aku tulis itu baru film The Billionare.
Film ini menceritakan seorang pengusaha muda yang meraih mimpinya dari sebuah kerja keras yang sangat tinggi. Aitthipat Kulapongvanich saat SMA sangat gemar dengan game online. Waktu belajar pun terbengkalai hanya untuk bermain game online. Namun ada suatu kesempatan ia bisa menghasilkan uang dari game tersebut dengan menjual beberapa peralatan di game onlinennya untuk ditukar dengan uang. Saat itu ia masih berusia 16 tahun. Ia mampu membeli mobil sendiri dan mampu membeli barang-barang yang ia butuhkan dengan uangnya sendiri. Aitthipat terkenal sangat boros. Aitthipat  merupakan anak yang sangat egois dan kurang peduli dengan pendidikannya. Namun disisI lain ia mempunyai mimpi. Ia ingin menghasilkan uang tanpa bantuan orang lain. Ada satu waktu ia membeli mesin pembuat kacang dengan uang hasil gamenya. Ia mencoba usaha kacang dengan pamannya. Disamping itu orang tuanya harus bermigrasi ke China karena perusahaan ayah Aitthipat mengalami kesulitan Hutang sebesar 12 milyar/40 juta bath. Aitthipat merasa putus asa. Aitthipat tidak mengikuti orang tuanya ke China karena ingin memulai usaha di Thailand. Namun usaha berjualan kacang gagal. Penjualan kacang itu tidak laku dan akhirnya hampir bangkrut.Namun jalan masih ada. Saat kekasih Aitthipat memberikan cemilan rumput laut, Aitthipat terinspirasi untuk membuat cemilan rumput laut. Bersama dengan pamannya ia memulai usaha dengan menggoreng rumput laut terbaik. Rintangan demi rintangan datang terus menerus menghampiri usaha Aitthipat. Rasa yang diinginkan dari gorengan belum juga ditemukan. Hampir saja modalnya habis. Peralatan elektroniknya pun sampai dijual namun Aitthipat tidak pantang menyerah. Singkat cerita ia bisa menciptakan rasa yang pas. Hal itu ia dapat dari bungkusan rumput yang basah karena air hujan saat pamannya jatuh. Aitthipat mencoba berjualan di Mall yang dekat dengan keramaian. Jualannya cukup laku. Namun ia masih mempunyai mimpi yaitu ingin memiliki usaha yang jauh lebih besar. Aitthipat mencoba mengenalkan produknya pada perusahaan 7-Eleven agar bisa mendapat untung yang besar. Namun produknya tidak diterima karena tampilannya yang tidak menarik dan terlalu besar kemasannya. Aitthipat datang kembali ke perusahaan tersebut dan mencoba menawarkan produk yang sudah ia ubah tampilannya. Namun pimpinan perusaahn itu tidak dapat menemuinya karena sibuk. Lama menunggu Aitthipat merasa usahanya sia-sia. Ia menyerah untuk menunggu lama. Ia meninggalkan produknya didalam lift. Aitthipat mulai berfikir untuk menyusul orang tuanya di China. Keberuntungan masih berpihak pada Aitthipat. Ia diterima untuk menjual produknya karena ketidaksengajaan pimpinan yang menemukan produknya di dalam lift. Ia diharuskan menghasilkan 72.000 unit barang dalam waktu 1 bulan dan harus memiliki pabrik. Sampai tim dari 7-Eleven melakukan inspeksi untuk melihat kelayakan pabriknya. Banyak sekali kekurangan yang ada pada pabriknya. Namun tetap keberuntungan masih ada. Usaha Aitthipat disetujui oleh perusahaan 7-eleven. Ia bisa menjual produknya ke 27 negara di dunia. Penghasilannya pada tahun 2010 mencapai 250 milyar. Tentu saja Aitthipat  pun bisa melunasi semua hutang ayahnya. Aitthipat adalah kisah nyata dari seorang pengusaha muda sukses yang ada di Thailand.
Dalam film ini banyak sekali nilai yang bisa diambil. Menurut pendapat saya nilai tersebut adalah :
1. Harus mempunyai mimpi
2. Tidak mudah menyerah
3. Tanggung jawab
4. Bisa tetap bangkit dari kegagalan
5. Tidak sungkan untuk menerima masukan dari orang lain
6. Jujur
7. Berani mengambil resiko
8. Semangat yang tinggi
9. Sabar
10. Tentu usaha harus diikuti dengan DOA
Pesan yang diambil dari film ini adalah jangan pantang menyerah. Jika menyerah habislah sudah.
Saya harap bisnis pulsa saya bisa berkembang juga seperti bisnis rumput laut..
Hehee mimpi..
Tapi kawan kesuksesan itu berawal dari mimpi..
Bagi yang udah pernah nonton ga salah juga download mp3 soundtracknya..
Lumayan enak didenger lagunya :))

Sabtu, 22 September 2012

Only Hope For Job

Pagi dan siang hari adalah waktu dimana aku berharap ..

Mengharap sesuatu yang bisa merubah hidupku ..

Menunggu Hp ku berdering berharap ada panggilan kerja ..

Pagi dan siang pun berlalu dengan cepat ..

Tak ada panggilan daritempat aku melamar pekerjaan ..


Kini aku harus menunggu datangnyaesok kembali ..


Ya Allah Ya Rabbi ..

Berilah hamba Mu ini pekerjaan ..


Berilah hamba Mu ini ketabahan dan kesabaran dalam menjalankan hidup ini ..
Aamiin Ya Allah .. :')

Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku !!


Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu.
Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari
mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.

Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat
bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air
bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha
dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran
meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah
pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkimpoian kami kelihatan
bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan
yang tidak kusangka-sangka.

Dew hadir dalam kehidupanku.
Waktu itu adalah hari yang cerah.
Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku
sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah Apartment yang
kubelikan untuknya.

Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."
Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru
menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan
menjadi sangat menarik bagi para gadis."

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah
menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku
melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli
beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor"

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.
Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku
walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat
sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun
ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama.
Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah
hiburan bagiku."

Spoiler for Cerai:
Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai,
apa yang akan kau lakukan? "
Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia
percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan
jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew
baru
saja keluar dari ruanganku.
Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan
berusaha
untuk menyembunyikan segala sesuatu
selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia
berusaha
tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan
di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan ia, O.K.? Lalu
kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh
ragu-ragu
lagi.
Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang
tangannya,"Ada sesuatu yang harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada
luka
dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu
kalo
aku terus berpikir.

"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.
Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara
lembut,"kenapa?" "Aku serius."

Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah.
Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".
Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.
Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkimpoian
kami.
Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku
telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian
dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.
Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian..
Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup
bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku.
Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak
pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu
pembebasan
untukku.
Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa
minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.

Pada larut malam,aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku
melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran.
Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.
Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya.
Ia
tidak
menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan
sebelum menceraikannya,dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup
bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana:
Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya
adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran
rumah
tangga kami.

Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya," He Ning, apakah
kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari
pernikahan kita?"

Spoiler for Cerai:
Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah
kepadaku.
Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu",
katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap
membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir
bulan
ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke
pintu."

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan
indah yang telah berlalu dan berharap perkimpoiannya diakhiri dengan
suasana
romantis.

Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku.
Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik
yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini,"
ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan
perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku
membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak
kami menepuk punggung kami,"Wah, papa membopong mama, mesra
sekali" Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang
duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.
Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari
ini,jangan memberitahukan pada anak kita."
Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.
Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di
dadaku,kami
begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku
menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita
ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di
wajahnya.
Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar,
hati-hati kalau kamu lewat sana."

Hari keempat,ketika aku membangunkannya,aku merasa kalau kami masih
mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku
dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.
Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,
seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika,
aku harus hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan
kedekatan
terasa semakin erat."


Spoiler for Cerai:
Aku tidak memberitahu Dew tentang ini.
Aku merasa begitu ringan membopongnya.Berharap setiap hari pergi
ke kantor bisa membuatku semakin kuat.
Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk
membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa
menemukan
yang cocok.
Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran".
Aku tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus
itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan
aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam
hati. Sekali lagi , aku merasakan perasaan sakit

Tanpa sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.
"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"
Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi
bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya
dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut
aku akan berubah pikiran pada detik terakhir.
Aku menyanggah ia dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang
duduk ke teras.
Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya
Dengan kuat"




sumber :http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=9753958

Kamis, 20 September 2012

Ikhwan Munafik ..

Sekilas aku teringat masa lalu ,,

Sungguh tragis saat aku melihat semuanya ,, 

Semua wanita yang pernah ada di hati mu ,,

Dulu memuja mu ,,

Mencintai mu ,,

Sebisa mereka untuk merubah penampilan dan sikap untuk mendapatkan hatimu,,

Sampai akhirnya wanita-wanita itu merubah penampilannya ,,

Kau lelaki sholeh ,,

Ikhwan dengan penuh pesona,,

Berakhlak baik ,,

Sungguh rupawan ,,

Agama mu yang merubah mereka semua ,,

Seorang perempuan menjadi Akhwat yang shalih ,,

Selalu menutup aurat ,,

Karena akhlakmu yang merubah mereka ,,

Namun setelah kau berikan hatimu pada mereka ,,

Kau hempaskan ,,

Kau lemparkan sampai ujung samudera ,,

Tekanan yang sangat menusuk ,,
Tapi ,,
Entah mengapa mereka tidak remuk ,,
Hati mereka kuat ,,
Mereka sadar bukan karena enggkau mereka merubah sikap dan penampilannya ,,
Saat ini mereka berhijab ,,
Menutup aurat mereka ,,
Beruntung dan ada hikmahnya ,,
Mereka benar-benar menjadi akhwat ,,
Tapi bukan karena sikap dari pesona mu,,
Tapi karena Allah mereka berubah ,,
Berubah menjadi akhwat yang mau berhijab dan berakhlakul Qarimah ,,
Karena mencintaimu mereka mendapat cahaya ,,
Walau kau hempaskan dan tinggalkan didasar samudera ,,
Dan sekarang aku melihat mu memilih seorang perempuan ,,
Kau tahu ?
Kau BODOH ?
Dulu mengharapkan seorang akhwat sholehah ,,
Sekarang kau memilih ,,
Seorang yang senang membanggakan rambutnya ,,
Wallahualam ,,



Senin, 09 April 2012

My Biodata :)


Identity
Name        :Tiya Sulistiyani Pratiwi
TTL         :Purwakarta,19 Desember 1991
Status      ::)
Alamat      :Prum. Graha Marina, Blok A1/20,      Maracang, Babakancikao, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia, 41151.

                                
Phone : 0819xxxxxxxx
Email :   popluph@yahoo.co.id




EDUCATION QUALIFICATIONS

1.  Elementary school  : SDN 1 Cilangkap Purwakarta  
   Periode            : 1998 – 2004
2.  Junior High school : SMPN 3 Purwakarta             
   Periode            : 2004 – 2007
3.  Senior High School : SMAN 1 Purwakarta            
   Periode            : 2007 – 2010
4. University         : Midwifery Academic of
                        Bhakti Asih Purwakarta
   Periode            : 2010 - sekarang



Cita - cita :
Rencana ingin menyelesaikan kuliah dahulu di AKBID BAP. Insya Allah mudah-mudahan bisa LULUS dan Wisuda serta membanggakan orang tua. Amien.
Ingin bekerja di Puskesmas atau Rumah Sakit. Dimanapun itu, saya siap.
Insya Allah jika saya berjodoh dengan Hendy Saputro. Saya ingin menikah dengan dia. Aamiin Insya Allah.
Manusia hanya berencana, namun hanya Allah yang menentukan semuanya.

Rabu, 21 Maret 2012

iseng iseng aja :P

Pengen masukin hasil karya yang gajebo banget buat dipublikasikan ,,
hoho


wahhh ga jelas ya ?
Maaf dehh :)

Kamis, 08 Maret 2012

Kisah seorang anak kecil dan pohon apel..


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula sebaliknya. Waktu terus berlalu, anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.


Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku.", pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.", jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut,
"Duh, maaf aku pun tak punya uang, tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi.", kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu,", jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?".
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah, tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.", kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.


Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. 
"Ayo bermain-main lagi denganku.", kata pohon apel.
"Aku sedih.", kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku", kata pohon apel itu.
"Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa, aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.", jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.", kata pohon apel.
"Sekarang aku juga sudah terlalu tua untuk itu.", jawab anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.", kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,", kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu pun sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Pohon apel itu adalah orang tua kita. 
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita. 

Rabu, 29 Februari 2012

ŠΨΜЪΘĹ BB «°⌣°..ђάђάђάђάђάђά..°⌣°»

°˚˚°°˚˚°
П('_')П .
«°°..ђάђάђάђάђάђά..°°»
° §iiƤp ..•°*.*°•.. ŠiiƤp °
ψªkªkªk² •-̶̶• ψªkªkªk²˚º°˚
:)ƭћǟπƙ-Ǚ♣ƭћǟπƙ-Ǚ:)
S̤̥̈̊є̲̣̥̲̣̣̣̥м̣̣̥̇̊ά̲̣̣̣̥τ̣̣̥̲̣̣̣̥G̲̣̣̣̥ɪ̣̇
H̲̣̣̣̥α̩̩̩̩̥ά̲̣̥:Dн̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊=Ḍ̥H̲̣̣̣̥̩̩̩̥ά̲̣̥α̩̩̩̥̇̇̇ά̲̣̥α̇̇̇=)) н̣̣̣̝̤̥̇̇̇̈̊α̣̣̥α̍̍̊α̇̇̇̊
Currency Codes
¤ $ ¢ £ ¥ ? ? ? € ? % ‰
Mathematical Codes
+ ± × ÷ % ‰ = ¼ ½ ¾
Punctuation and Other Characters!
” # ‘ ( ) * , – . / : ; ? @ [ \ ] ^_ { | } ~ ‚ „ … † ‡ ‹ ‘ ’ “ ” • – — ™ › ¡ ¦ © ª « ¬ ® ° ² ³ µ ¶ · ¹ º » ¿ §
Latin-1 Supplement¡
¢ £ ¤ ¥ ¦ § ¨ © ª « ¬ ® ¯ ° ± ² ³ ´ µ ¶ · ¸ ¹ º » ¼ ½ ¾ ¿À Á Â Ã Ä Å Æ Ç È É Ê Ë Ì Í Î Ï Ð Ñ Ò Ó Ô Õ Ö × Ø Ù Ú Û Ü Ý Þ ßà á â ã ä å æ ç è é ê ë ì í î ï ð ñ ò ó ô õ ö ÷ ø ù ú û ü ý þ ÿ
Œ œ Š š Ÿ Ž ž
*?`•.¸¸.•´´•:*´¨`*:•.••.¸¸. ´´¯`•? P.E.A.C.E :p P.E.A.C.E:p
*?`•.¸¸.•´´•:*´¨`*:•.••.¸¸. ´´¯`•?
zech, Slovak, and Slovenian
Á á ? ? Ä ä É é ? ? ? ? Í í Ó ó Ô ô Ú ú ? ? Ý ý ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Š š Ž ž
French
À à Â â Æ æ Ç ç È è É é Ê ê Ë ë Î î Ï ï Ô ô Œ œ Ù ù Û û Ü ü « » €
German
Ä ä É é Ö ö Ü ü ß « » „ “ ” ° € £
Italian
À à Á á È è É é Ì ì Í í Ò ò Ó ó Ù ù Ú ú « » € ?
Spanish
Á á É é Í í Ñ ñ Ó ó Ú ú Ü ü « » ¿ ¡ € ?
Turkish
Ö ö Ü ü Ç ç

Seperti dibawah ini , silahkan dicopy paste dan dijadikan auto teks nya
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ(Assalamu ‘alaikum Wr. Wb)
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُ هُ(Wa ‘alaikum salam Wr. Wb)
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ(Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb)
اَهْلاًوَسَهْلاً (ahlan wa sahlan)
اَللّهُ اَكْبَرُ (Allahu Akbar)
اَلْحَمْدُلِلّهِ (Alhamdulillah)
اَللّهُ (Allah)
آمِّينَ (amin)
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ (Astaghfirullah)
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ (Bismillahirrahmani rrahim)
بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ(Do’a untuk Pengantin)
حَلاَلً (halal)
حَرَمً (haram)
اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ(innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun)
اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ (insya Allah)
جَزَاكَ اللّهُ (jazakallah)
جَزَاكِ اللّهُ (jazakillah)
جَزَاكُمُ اللّهُ(jazakumullah)
لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ(laa haula wa laa quwwata illa billah)
 لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ (laa ilaaha illallah)
 مَاشَآءَاللّهُ (masya Allah)
سُبْحَانَ اللّهُ(subhanallah)
اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ
اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْدِ(lafadz takbiran)
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ(taqabalallahu minna wa minkum) تَ
قَبَّلْ يَا كَرِيْمُ(taqabal ya kariim)
وَ اِيَّكُمْ (wa iyyakum)
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ(penutup ceramah)
أَعُوْذُ بِا للّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ(Aku berlindung kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk)
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ
وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ(taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘aamin wa antum bikhair)


٩(-̮̮̃-̃)۶ ٩(͡๏̯͡๏)۶ ٩(̮̮̾̃̾•̃̾)۶ ٩(•̮̮̃•̃)۶ ٩(̮̮̃̃)۶ ٩(̮̮̃•̃)۶
«̶ː̖́[ş̲̅ι̅e̲̅e̲̅p̅i̲̅и̲̅g̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[b̲̅σ̲̅я̲̅i̲̅и̲̅g̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[ş̲̅i̲̅c̲̅k̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[ι̅α̲̅z̲̅i̲̅и̲̅e̲̅ş̲̅ş̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[σ̲̅u̲τ̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[н̲̅e̲̅α̲̅d̲̅α̲̅c̲̅н̲̅e̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[н̲̅u̲и̲̅g̲̅я̲̅y̗̅̀»̶ «̶ː̖́[d̲̅я̲̅i̲̅v̲i̲̅и̲̅g̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[f̲̅α̲̅м̲̅i̲̅ι̅y̅].[τ̲̅i̲̅м̲̅e̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[τ̲̅v̗̅̀»̶ «̶ː̖́[b̲̅α̲̅d̲̅].[м̲̅σ̲̅σ̲̅d̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[α̲̅v̅α̲̅i̲̅ι̅α̲̅b̲̅ι̅e̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[b̲̅u̲ş̲̅y̗̅̀»̶ «̶ː̖́[ω̲̅σ̲̅я̲̅k̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[c̲̅σ̲̅ι̅e̲̅g̲̅e̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[g̲̅y̅м̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[z̲̅ù̲̗»̶ «̶ː̖́[d̲̅и̲̅d̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[ω̲̅σ̲̅я̲̅k̲̗̅̀»̶ «̶ː̖́[αv̅α̲̅i̲̅ι̅α̲̅b̲̅ι̅e̲̗̅̀»̶
»̶♥♥> [̲̅̅ ][̲̅̅ ][̲̅̅ ][̲̅̅ ][̲̅̅ ][̲̅̅ ][̲̅̅ ]> ♥♥« ..
»ː̗̤̣̀̈̇ː̖́. ː̗̤̣̀̈̇
ː̖́ː̗̗̀̀ ː̖̖́́♥H̳̿A̳̿V̳̿E̳̿ ̈́A̳̿ ̈́N̳̿I̳̿C̳̿E̳̿ ̈́W̳̿E̳̿E̳̿K̳̿E̳̿N̳̿D̳̿♥ː̗̗̀̀ ː̖̖́́-̶̶
•-̶̶̸Ϟ̸ ː̗̤̣̀̈̇ː̖́ ː̗̤̣̀̈̇ː̖́
̸Ϟ̸-̶̶•-̶̶-̶̶•-̶̶̸Ϟ̸ ː̗̀ ː̖́ ː̗̀ ː̖́ •̸Ϟ̸-̶̶•-̶̶
(•͡. •͡ !)ε(•˛.•̃)зε(¬.¬)зε( •̃͡-̮•̃͡)з(•̃o•̃)
zodiac
Tersenyum (^_ ^)
Tersenyum (^- ^)
Tertawa lebar (^O^)
Senyum simpul (^ . ^)
Bersorak riang (^O^)/
Berseru (^ 3 ^)
Senyum malu, tersipu (*^-^*)
Senyum merona (o^-^o)
Merasa terganggu (“- ”
Gugup (-_-
Garuk-garuk kepala f(^_^)
Menangis (T_T)
Menitikkan air mata (;_
Manyun (” ~ “)
Geram (>_<)
Marah (-_- #)
Bete (+_+)
Pusing (x_x)
Bertanya-tanya ( ?_?)
Melotot, heran (@_@)
Tidur (__)zzZZ
Bosan sampai ketiduran (__’)
Good bye (^o^)/~~
Memohon m(__)m
Mendengarkan w( ^_^)
Mencium (*^3^ )
Dicium (*^.^* )
Malu (=_=)
Tersipu (#^^# )
Bermimpi (__)..ooO
menulis X(. . )
Berlari ((( (((;^ ^)
Tergesa-gesa C= C=(;’_’)
Putus asa (o__)o
Acungkan jempol (^_^)d
Tanda peace (^_^)v
Ngajak berantem (p^ ^)p
Merokok (” 3 “)y-~~~-
Merokok y(^o^ )..ooO
Ultraman (@|@ )
Satria Baja Hitam (@w@)
ET (-)(-)
Tikus (” )~
Kodok n(“~”)n
Babi (^o_o^)
Kucing(=^.^= )
Celingukan (‘-’ ) (._. ) ( ._.) ( ‘-’)
symbol BlackBerry®
♥ ♣ ♠ ♦ © ® ™ ¶ ¿ § ø œ Œ Þ ™ ♥ ♣ ♠ ♦
Σ Λ Γ Æ ‪ Δ Ψ Φ Θ Ξ Ω Π Σ † τ λ
№ • ◦♠ ♥ ♣ ▲ ▼ ♠♣♥♦
 Δ Σ Λ Γ Ψ Φ Θ Ξ Ω ♠ ♦ ♣ ♥  © ®
☺ § ™ ¤ ♂ ♀ * ¶ ø œ Œ ¹²³ ¬ ∞ ° • o ‰ ∏ µ Δ Ω √ ¢ ¥ € £ ƒ
$ ≤ ≥ ± ≠ ~ ≈ ¼ ½ ¾ (( )) [ < { « ~ = ± “ ^ % ] > } » \ ÷ ` ” | ∫ ∑ †
‡ … ¦ ¿ ¡¤ ± µ ð̀́ Ώ Δ Θ έ ζ‍‍ ‍† ‡ ₣ ¬ ª ¯ ÷ Ξ♥ ♦ ♣ ♠ ▲ ► ▼ ◄º ¹ ² ¼
½ ¾ °® ©™♥ • @ √ ™ № ~ ξ € ≈ ® û â î ♣ ♠ εїз ^ + * % # ¨ o 0 »-> ø ¤ ?
¿ © † <-« ø ж ° ± Ψ۝ § ▲♦ ¶ $ ¼ ½ ¾ x°º¤•εïз © ® ◦ ♠ ♣ ° Ψ № ∑ ξ
ζ ω ∏ √ ¤ ∞ ≠ ^_^ = » « ▲ γ ©†εïз ® © °¹²³∙ ◦ ♠ ♣ ° Ψ № ∑ ξ ζ ω ∏ √ ¤
∞ ≠ ^_^ = ≈ ▲ γ ō ε ┌ ω § Θ I ™ ۝ù ν ώ x ч ž »»–><–«« ♥ ¼ ½ ¾ x » «
e.:*¨.:*√ ¤ ∞ ™ ≈ Ш ǎ ☺ Í Î Ï Ð ÑÒ Ó Ô Õ Ö × Ø Ù Ú Û Ü ÝÞ ß
àá â ã ä å æ ç è é ê ëì í î ï ð ñ ò ó ô õ ö ÷ ø ù ú û ü ý þ ÿ Āā Ăă Ąą
Ć ć ĉ Ċ ċ Čč Ď ď Đ đ Ē ē Ĕ ĕ Ė ė Ę ę Ě ě Ĝ ĝ Ğ ğ Ġ ġ Ģ ģ Ĥ ĥ Ħ ħ Ĩ ĩ Ī
ī Ĭĭ Į į İ ı IJ ij Ĵ ĵ Ķ ķ ĸ Ĺĺ ļ Ľ ľ Ŀ ŀ Ł ł Ń ń Ņ ņ Ň ň ʼn Ŋ ŋŌ ō Ŏő Œ
œ Ŕ ŕ Ŗ ŗ Ř řŚ ś Ŝ ŝ Ş ş Š š Ţ ţ Ť ť Ŧ ŧ Ũ ũ Ū ū Ŭ ŭ Ů ů Ű űŲ ų Ŵ ŵ Ŷ
ŷ Ÿ Ź ź Ż ż Ž ž ſ ƒ Ǻ ǻ Ǽ ǽ Ǿ ǿ ˆ ˇ ˉ ˘˙ ˚ ˛ ˝ ;· Έ Ή Ί Ό Ύ Ώ ΐ Α Β Γ
Δ Ε Ζ Η Θ Ι Λ Κ Μ Ν Ξ Ο Π Ρ Σ Τ Υ ΦΧ Ψ Ω ΪΫ ά έ ή ί ΰ α β γ δ ε ζ η θ
ι κ λ μ ν ξ ο π ρ ς σ τ υ φ χψ ω ϊ ϋ ό ύ ώ Ё Ђ Ѓ Є Ѕ І Ї Ј Љ Њ Ћ Ќ Ў Џ
А Б В Г Д Е Ж З И Й КЛ М Н О П Р С Т УФ Х Ц Ч Ш Щ Ъ Ы Ь Э Ю Яб в г д е
ж з и й к л м но п р с т у ф х ц ч ш щъ ы ь э ю я ёђ ѓ є ѕ і јј љ њ ћ
ќ ў џ Ґ ґ Ẁ ẁ Ẃ ẃ ẅ Ẅ Ỳ ỳ – — ― ‘‚ “ ” „ † ‡ •… ‰ ′ ″‹› ‾ ⁄ ₣ ₤ ₧ € №
™ ∂ ∏ ∑ ∕ ∙ √ ∞ ∫ ≈ ≠ ≤ ≥ ◦ [1] ♦ • Ǻǻ Ǽ ǽ Ế ế Ề °©·. ◦ εïз ♥ ♠♣※△∞≈¤
• . •®™†» «▲▼№↓Ψ∑ξζω∏√ o(”’)o ºº*.:*¨ ..:*•.:: • ♥~~ō~↓oaPpY ω ♥
* ◦ Ẁ ẁ Ẃ ẃ Ẅ ẅ Ế ế Ề ề ½ ¾ ≈ ≠ ≤ ≥ ┌ ┐ └ │┌ ┐└
♣ ♠ ♦ © ® ™ ¶ ¿ § ø œ Œ Þ ™ ♥ ♣ ♠ ♦ Σ Λ

Γ Æ ‪ Δ Ψ Φ Θ Ξ Ω Π Σ † τ λ № •
♠ ♥ ♣ ▲ ▼ ♠♣♥♦  Δ Σ Λ Γ Ψ Φ Θ Ξ Ω
ĐĭşàppǿĬňŧēđ Śa♍påĭ

KAPAN HAMIL ?

Yups, sesuai sama judulnya . Pasti udah pada tau saya mau bahas apa. Kenapa yah hidup saya selalu aja di kepoin orang terus? Sebenernya sa...